Wednesday, 11 April 2012

PUISI INDAH UNTUK IBU DAN AYAH

asslamualaikum w.b.t!
selak3 diari lama, saya terjumpa sesuatu~
puisi pertama yang saya ciptakan untuk kedua orang tua saya~
semasa saya di bangku sekolah dulu~
(maksud selak3 diari, diari dalam otak~ hehehe!)


~puisi indah untuk ibu dan ayah~

oh, ibu!
masih teringat lagi bebelanmu~
ketika kau memarahiku~
memukulku dan mencubitku, disebabkan kenakalanku~
sungguh! kau lah guru pertamaku~
mengajarku untuk bersopan santun~
mengajarku untuk menjadi lebih baik~
dan mengajarku menjadi manusia yang berakhlak~

dan sungguh aku membencimu ketika itu~
namun, semua disebabkan kesilapanku~
kenakalanku, kerasnya kepalaku, dapat kau betulkan~
dan menjadikan aku manusia pada hari ini~
aku rindukan bebelanmu, ibu~
aku rindukan cubitanmu~

ayah!
dapatku lihat setitik peluhmu jatuh~
ketika kau pulang setelah penat bekerja~
kulitmu menjadi gelap~
menggagahi keterikan mentari~
demi mencari sesuap nasi untuk keluarga yang kau cintai~

masihku ingat lagi ayah~
kau lah guru keduaku~
mengajarku bahasa inggeris dan mengajarku melukis~
juga mengajarku erti hidup~

"yellow, red, purple~
apa itu ayah?"
dengan selamba kau menjawab soalan dan membelaiku~
memintaku belajar bersungguh-sungguh~
untuk diriku~
dan tidak pernah sedikit pun mengharapkan duitku setelah aku berjaya kelak~

ibuku, ayahku~
setiap malam aku merindui kamu~
melihat bintang dan bulan, bagai melihat kamu~
"adinda, sediakan air untuk kekanda~"
""baik kekanda~"
itu ungkapan manja yang seringku dengar dari kamu berdua~
tersenyum kawan-kawanku mendengarnya~
betapa romantiknya kamu berdua~

kesusahan dan kepayahan hidup~
kamu hadiahkan dengan senyuman~
bagaikan menyelesaikan semua masalah yang datang~
dan mendamaikan hati anak-anakmu~

kamu, adalah permataku yang tidak dapat dinilai dengan wang ringgit~
kamulah hartaku~
kamulah hidupku~
dan kamulah nyawaku~

andaiku sudah berjaya kelak~
kamu berdua tidak perlu bersusah payah lagi mencari nafkah~
duduklah di rumah~
menikmati secawan kopi~
dan anggaplah kamu berdua umpama pasangan yang baru berkenalan~
bagaikan hidup kamu ketika bercinta dahulu~
itu janji anak-anakmu~

dan tidak perlu memikirkan anak-anakmu~
kerana kami semua akan menjaga kamu~
sepertimana kamu menjaga kami~
bagai menatang minyak yang penuh~

ibuku, ayahku~
harapanku~
agar kau dapat melihat kejayaanku kelak~
dan yang paling ku harapkan~
jangan lah kamu pergi sebelum aku.....!



p/s : hm~ terlalu banyak yang ibu dan ayah kita korbankan demi kita anak-anaknya~ so, kenapa masih ada mereka yang sanggup menghantar mereka di rumah orang2 tua? (tepuk dada, tanya selera~)

mengapa ada juga yang sanggup melihat mereka hidup susah? mengapa keluarga "baru" mu yang kau jaga sepenuhnya?

mengapa isteri kini yang menjadi harta yang lebih bernilai daripada kedua orang tuamu?

mengapa, mengapa, dan mengapa? tidakkah kau ingat kasih sayang mereka kepadamu? lupakah sudah kamu pada pengorbanan mereka? dan pernah sekali kau katakan, "sekiranya aku berjaya kelak, kamu akan hidup senang~" manakah semua kata-katamu itu??

ada di antara kita yang merasakan sepertiku~ dan bagi mereka2 yang merasakan sepertiku, mesti merasa, hidup senang tanpa ayah dan ibu, bagaikan hidup tanpa cahaya~
DITULIS OLEH:NUR UMAIRAH AZHAR

Tuesday, 10 April 2012

 
 

 
POHON AMAN
DISINILAH HIDUPKUYANG HANYA INGINDIBUAI ANGINANGIN SAYUP MELALUI CELAH DEDAUNKUPOHON INI INGINKAN KEAMANANKEAMANAN SEJATITANPA KEMUSNAHANKEAMANAN ALAMTANPA KETAMAKKAN MANUSIA.DISINILAH HIDUPKU YANG HANYA MAHUDIBUAI ANGIN SEPOI SENJABERSAMA ALUNAN AZAN MAGHRIBBEBURUNG HINGGAP DIATAS DAHAN INIMENGHARGAI NIKMAT ILLAHI






BERBURU ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepala ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
(dedikasi kepada Hari Guru dan guruku tercinta)
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

writed by nurfazlis elisya binti ahmad faizul

Pantun Dua Kerat Nasihat

Gaharu,cengal,giam,
  Tak tahu,tak kenal,diam.

Jika ada padi berhampalah.
  Jika ada hati bersalah.

Sakit pandan tak tahukan dui,
  sakit badan tak tahukan diri.

Dengar cakap enggang makan buah belolok,
  Dengar cakap orang terjun masuk lubuk.

Ada beras taruh dalam pai,
  Ada ingat taruh dalam hati.

Mahal imam ,murahlah khatib,
  Mahal demam,murahlah sakit.


Oleh Nur Asyikin Bt Rizwan Salmee

Sajak Burung-Burung Pagi




Kau telah bangun
Mengirai sayapmu
Entah siul keberapa kau nyanyikan
Membuka mataku

Aku bangun
Masih kuap sekali di pintu
Dan setompok cahaya matahari di dadaku
kerjaku sudah menanti

Kulihat kau mematuk pasir pertama
Melintas kota tandus dari pepohon
Apakah ada ulat-ulat lemak bagimu
Atau secebis roti busuk
dan remah anak-anak sekolah
Rezekimu
Bagiku kota ini terlalu sempit bagimu

Tapi kau yang hanya
 sejemput daging
Begitu yakin dengan
sayapmu yang kecil.


Oleh Nur Asyikin Bt Rizwan Salmee

Monday, 9 April 2012

tentang kehidupan

 

Arti Cinta 

Di dalam kedinginan jiwaku
Kau hadir mendekap erat kalbuku
Dalam kesendirian nuraniku
Kau temani aku dengan kemesraan
Dalam kegalauan jiwaku
Kau hadir untuk menghiburku
Dalam kesepian malamku
Kau hadir dalam indahnya mimpiku
Tiada yang kupikirkan selama ini
Kecuali aku merasa berarti bersamamu
Kan kuayun langkahku ini
Bersama irama kerinduan
Kangen khan slalu menyelimuti hatiku
Tak ada sesuatu terindah untuku

Karena kau segala-galanya bagiku
Balkhis Saad 
ditulis semula oleh Nurhidayatul Hanini bt. Abd. Mutalib

tentang kehidupan

sambutlah si cinta

saat malam mulai larut
Suasanapun semakin senyap
Aku terbujur dalam kekakuan
Karena hati terpasung dalam kesepian

Kesedihan dengan kesendirian

Seakan menggugurkan sejuta harapan
Sepinya malam berlalu sudah
Pagi datang mengawali hari baru
Aku terbangun dari panjangnya malam
Perlahan aku bergerak,
Berdiri dan kubuka jendela
Tersiratlah cahaya mentari pagi
Menyinari……
Menghempaskan semua khayalan kepahitan


Memang, Aku harus tetap tegar berdiri
Songsong hari yang baru
Sambut dengan sesuatu yang indah
Wujudkan misteri cita dan cinta


Sambutlah ‘si CINTA’ yang cantik
Berikan dia senyum
Warnailah hari-hari dengan cinta


nurul ani 
ditulis semula oleh Nurhidayatul Hanini Bt. abd. Mutalib